Wednesday, July 13, 2016

Kisah Pada Masa Kelahiran Nabi Muhammad

Nabi Muhammad saw. dilahirkan dari lingkungan keluarga yang bersih dan suci serta mempunyai silsilah kehormatan. Yaitu keluarga yang menjadi pusat segala keutamaan orang-orang Arab dan bersih dari noda apa pun juga.
Akan tetapi Nabi Muhammad saw. walaupun beliau berasal dari keturunan yang mulia, beliau tidak memiliki kekayaan. Sedikit harta yang dimilikinya dan kemuliaan asal-usul keturunannya saja yang membuat beliau sejak pertumbuhannya mempunyai keutamaan lebih banyak daripada semua keutamaan yang dimiliki oleh lapisan-lapisan masyarakat yang lain.

Dimasa kelahiran Nabi Muhammad saw. Abdul Muththalib, kakek Nabi Muhammad saw. adalah seorang penguasa Makkah, tetapi kekuasaan yang berada di tangannya itu merupakan kekuasaan yang terakhir dan tidak menurun ke anak-cucunya. Karena kedudukan orang-orang yang menyainginya semakin kuat (karena banyak hartanya), kepemimpinan Abdul Muththalib pasti akan pindah ke tangan mereka.
Abdullah, ayah Nabi Muhammad saw. adalah anak bungsu Abdul Muththalib. Beliau dinikahkan oleh ayahnya dengan Aminah binti Wahb dari kaum Bani Sa'ad. Masih dalam keadaan sebagai pengantin baru dengan Aminah, beliau meninggalkan keluarganya merantau untuk mencari rezeki. Pada masa itu ia pergi ke negeri Syam, tapi ternyata kepergiannya ke negeri Syam itu merupakan kepergiannya untuk selamanya. Karena ketika dalam perjalanan pulang ke Makkah di mana Aminah sudah menanti kedatangan suami dengan kabar gembira bahwa ia sedang mengandung dan sebentar lagi akan melahirkan, beliau jatuh sakit dan singgah di Madinah dan kemudian wafat di sana.

Nabi Muhammad saw. lahir sebagai seorang anak yatim, karena ayahnya telah tiada ketika ia dilahirkan. Beliau lahir di Makkah dan sangat disambut dengan suka cita oleh kakeknya (Abdul Muthathalib). Nama "Muhammad" yang menjadi nama beliau adalah pilihan Abdul Muththalib, dimana belum ada satu orang pun sebelumnya memakai nama ini. Arti "Muhammad" dalam bahasa Arab adalah orang yang terpuji.

Pada masa kelahiran nabi Muhammad saw. bangsa Arab mempunyai tradisi atau kebiasaan yang menyusui bayi-bayi Makkah adalah wanita Arab dari daerah gurun yang berharap dengan menyusui bayi-bayi itu mereka akan mendapat imbalan yang dapat menopang hidup mereka. Tentu sasarannya adalah bayi-bayi dari golongan orang kaya. Hal inilah yang membuat cemas Aminah karena Muhammad saw. bukanlah anak orang kaya, bahkan tidak punya ayah (yatim), tentu tidak ada mau menyusuinya. Halimah binti Abi Dzuaib mau mengambil Muhammad saw. sebagai anak susuannya walaupun pada mulanya ia merasa enggan karena tidak ada bisa diharap dari keluarga Muhammad saw.
Dengan kehadiran Muhammad saw. dalam keluarganya, Halimah merasa mendapat berkah, padahal sebelumnya ia hidup serba menderita dan serba kekurangan. Setelah menyusui Muhammad saw. kambing perahannya banyak mengeluarkan susu perahannya sehingga dapat mencukupi biaya kehidupan yang selama ini serba kekurangan.


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon